MAKALAH
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
TEMA : INTEGRASI TIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN
DOSEN PENGAMPU :
Muhammad Ikhsan, M.Pd
DISUSUN OLEH :
Riska Oktaviani
Nin Wanti Jariyah
Tika Wulandari
UNIVERSITAS WIDIYA GAMA MAHAKAM SAMARINDA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok dalam bentuk makalahyang berjudul “Integrasi TIK Dalam Proses Pembelajaran”.
Makalah kelompok ini, penulis susun untuk memenuhi tugas kelompok yang diberikan oleh Dosen mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi, yakni Bapak Muhammad Ikhsan, M.Pd.
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ilmiah ini masih dirasakan kurang sempurna, karena itu penulis dengan terbuka menerima segala kritik dan saran dari semua pihak guna penyempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
Samarinda,08 Februari 2019
Ketua Kelompok
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................... 1
DAFTAR ISI............................................................................................. 2
BAB I : PENDAHULUAN........................................................................ 3
A. Latar Belakang............................................................................ 3
B. Rumusan Masalah...................................................................... 3
C. Tujuan......................................................................................... 3
BAB II : PEMBAHASAN......................................................................... 4
A. Gambaran Integrasi TIK dalam Pembelajaran............................ 4
B. Keuntungan................................................................................. 5
C. Kerugian .................................................................................... 7
D. Tantangan................................................................................... 7
E. Kurikulum................................................................................... 11
F. Fasilitas....................................................................................... 12
G. Contoh Pembelajaran Dengan TIK............................................. 12
BAB III : KESIMPULAN DAN PENUTUP.............................................. 14
A. Kesimpulan................................................................................. 14
B. Penutup....................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini, proses pembelajaran yang ada di sekitar kita tidak jauh-jauh dari perkembangan teknologi, mulai dari mobile phone, note book, televisi, dan lain sebagainya.Hal ini karena memang pengaruh teknologi sangat besar dan tidak bisa kita pungkiri bahwa kita membutuhkan teknologi dalam dunia pendidikan.Jika terjadi pada salah satu prinsip kurikulum pendidikan yaitu harus relevan dengan perkembangan IPTEK, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang tiap saat.Maka TIK tidak bisa kita jadikan sebagai sumber belajar.
B. Rumusan Masalah
1. Mengapa menggunakan TIK?
2. Apa yang dimaksud dengan mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran?
3. Mengapa Pengintegrasian TIK ke dalam Proses Pembelajaran Penting?
4. Bagaimana Mengintegrasikan TIK ke dalam Proses Pembelajaran?
5. Apa saja keuntungandan tantangan dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran?
C. Tujuan
1. Untuk dapat mengetahui kegunaan TIK.
2. Untuk dapat memahami mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaraan.
3. Bagaimana kita dapat mengetahui pentinya akan mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran.
4. Untuk dapat mengetahui cara-cara dalam mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran.
5. Untuk dapat mengetahui keuntungan dan tuntutan dalam integrasi TIK dalam prosespembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Gambaran Integrasi Tik Dalam Pembelajaran
Dalam era teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk saat ini sangat dirasakan kebutuhan dan pentingnya kegunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapankan.Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah orang yang meciptakan kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, menantang, sistem matik, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang diciptakan guru.
Pada kegiatan pembelajaran, guru dan siswa saling memengaruhi dan memberi masukan.Karena itu lah kegiatan pembelajaran harus menjadi aktivitas yang hidup, syarat nilai, dan senantiasa memiliki tujuan yang jelas.Dalam pelaksaan pembelajaran TIK di mana peserta didik memanfaatkan teknologi multimedia dan computer untuk pengakses materi pembelajaran, berinteraksi dengan mendidik dan peserta didik lainnya, dan memperoleh beberapa bentuk bantuan (tutorial) yang tersedia bagi peserta didik, sekaligus membantu mengembangkan ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi peserta didik.
Penyesuaian dalam ilmu ini terhadap perkembangan TIK yang sangat pesat dengan tuntutan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kebutuhan dan keniscayan. Guru mampu mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini harus terus dilakukan agar kualitas proses dan hasil pembelajaran lebih baik, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas pembelajaran dengan menggunakan TIK lebih baik di bandingkan dengan pembelajaran tradisional atau konvensional (Rusman: 2013).
B. Keuntungan
Fungsi TIK dapat berperan sebagai “alat“ dan sebagai “subyek”. Memperkenalkan TIK dalam pendidikan/pembelajaran sebagai alat akan membuat informasi semakin cepat diakses, lebih murah dan lebih mudah. Dalam hal tertentu TIK didunia pendidikan dapat membuat pendidikan lebih dijangkau, meningkatkan kualitas pendidikan, dan sebagai alat yang efektif dalam mengelola pendidikan.Sedangkan memperkenalkan TIK sebagai subyek dalam pembelajaran berarti ICT sebagai bagian yang vital untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk keterampilan.
Integrasi TIK dalam pendidikan, UNESCO menyampaikan bahwa akses dan keterjangkauan pendidikan terhadap TIK akan mampu membuat pendidikan lebih baik, karena akses terhadap informasi meningkat, memungkinkan akses yang lebih tinggi terhadap pendidikan, memungkinkan belajar dimana saja dan kapan saja, dan mempertahankan belajar sepanjang hayat. Peran TIK dalam pendidikan sangat penting dikarenakan TIK mampu meningkatkan pendidikan, motivasi siswa, membuat belajar siswa menjadi lebih efektif, meningkatkan pembelajaran serta maupun meningkatkan kualitas pengajar, dan memperkaya proses mengajar.
Efektifnya TIK dalam pengelolaan pendidikan meliputi dua aspek, yaitu : 1) Menghemat perencanaan dan sistem penyampaian dan 2) Memfasilitasi pengambil kebijakan dan pengelolaan pendidikan. Jadi TIK dalam pendidikan harus dipahami secara menyeluruh termasuk tahapan-tahapan adopsi TIK dalam pendidikan.UNESCO ini juga mengingatkan bahwa tantangan TIK jika di implementasikan di dunia pendidikan adalah kapabilitas, koneksi, akses, konten, dan kurikulum.
Alasan penggunaan teknologi berdasarkan data empiris adalah :
1. Mempengaruhi unjuk kerja akademis peserta didik.
2. Membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah.
3. Meningkatkan motivasi, minat, dan sikap peserta didik terhadap belajar.
4. Membantu peserta didik untuk menyiapkan dirinya di tempat kerja.
5. Dibutuhkan bagi peserta didik dengan kemampuan adopsi belajar yang rendah serta gangguan-gangguan lainnya (Roblyer, M.D., dan Doering, A.H.2009)
Menurut Roblyer dan Doering (2009) teknologi menunjukan manfaat terbaiknya, yaitu :
1. Menyokong secara langsung kurikulum.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi.
3. Menyesuaikan pengalaman dan kemampuan awal peserta didik, memberikan umpan balik dari dan oleh peserta didik ke pendidik tentang kemajuan belajar peserta didik.
4. Dipraktikkan di kelas setiap hari.
5. Memberikan ruang bagi prakarsa anak didik untuk memperluas pengalaman belajarnya.
6. Teknologi mendapat dukungan dari anak didik, guru, pengambil kebijakan, komunitas, dan pengelolah pendidikan itu sendiri.
Banyak hal yang dapat dijadikan alasan mengapa TIK sangat dibutuhkan dunia pendidikan, diantaranya :
1. Adanya perkembangan TIK yang menjadi jembatan ilmu.
2. Selain peran TIK sebagai media informasi, perkembangan TIK dapat pula dimanfaatkan peserta didik sebagai media komunikasi.
3. Dengan adanya perkembangan TIK belajar menjadi lebih efesien.
4. Adanya fakta bahwa peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dengan metode belajar yang menggunakan fasilitas multimedia dari pada metode belajar konvensional.
5. Berkembangnya TIK juga berperan dalam hal mengelolah institusi pendidikan. TIK memiliki peranan yang cukup banyak dalam sector pendidikan, diantaranya :
1) TIK sebagai keahlian dan kompetensi.
2) TIK sebagai infrastrukturn pembelajaran.
3) TIK sebagai sumber bahan belajar.
4) TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran.
5) TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran.
6) TIK sebagai sistem pendukung keputusan.
C. Kerugian
1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual ( HAKI ) karena semakin mudahnya mengakses data meyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa cela, akan tetapi jika terjasi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3. Salah satu dampak televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat.
4. Penerapannya membutuhkan biaya yang relatif besar.
5. Rentan terhadap penyalah gunaan fungsi.
6. Guru dalam mengoperasikan beberapa saran pendukung penerapan ICT seperti computer dituntut memiliki keahlian tinggi.
7. Sulit diterapkan di sekolh yang kurang maju yang pada umumnya terdapat dipedesaan.
D. Tantangan
Integrasi teknologi bagi pendidik (guru) seperti direkomendasikan oleh Badan Standar Nasional Teknologi untuk Pendidikan (ISTE, 2007) bahwa guru harus memiliki kompetensi, dalam hal : 1) guru harus mampu memfasilitasi dan menginspirasi kreatifitas peserta didik; 2) guru harus mampu merancang dan mengembangkan pengalaman belajar era digital lengkap dengan metode asesmennya; 3) guru harus mampu menjadi pioner model belajar era digital; 4) guru harus mampu mempromosikan teknik-teknik integrasi teknologi yang terbaik; dan 5) guru harus senantiasa mengembangkan sikap porfesionalisme dan kepemimpinan.
Model integrasi teknologi dalam pembelajaran harus kuat meyertakan landasan teori belajar dan bagaiman anak didik belajar. Agar integrasi teknologi ini sukses maka ada beberapa hal yang esensi adalah : 1) integerasi dilandasi oleh teori belajar; 2) mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan teknologi; 3) integrasi mengacu pada model yang handal; dan 4) integrasi harus pada kondisi yang ideal.
Perkembangan TIK memang memiliki banyak manfaat, khususnya dibidang pendidikan.Oleh sebab itu banyak orang yang ingin segera memanfaatkannya.Namun, tidak bisa dipungkiri pemanfaatan TIK di dalam dunia pendidikan yang memiliki beberapa kendala, diantaranya :
1. Kurangnya pengadaan infrastruktur TIK. Hal ini disebabkan sulit dijangkaunya beberapa daerah tertentu di Indonesia, sehingga penyebarannya tidak merata. Masih banyak daerah yang sulit dijangkau oleh alat transportasi. Untuk mencapai daerah yang dituju, hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Sedangkan dengan berjalan kaki, tidak memungkinkan untuk membawa berbagai peralatan multimedia.
Belum meratanya infrastuktur yang mendukung penerapan TIK di bidang pendidikan merupakan permasalahan awal yang harus segera diselesaikan oleh pihak yang berwenang, karena tanpa adanya infrastruktur yang mendukung maka penerapan TIK di bidang pendidikan hanya akan menjadi impian semata. Infrastruktur merupakan komponen yang sangat penting yang berfungsi sebagai modal awal dan utama dalam penerapan TIK di bidang pendidikan.Pada saat ini, terdapat kecenderungan bahwa hanya daerah tertentu saja yang mendapatkan akses TIK. Hal ini dikarenakan masih banyak daerah yang bahkan untuk memilki akses telepon saja tidak ada, apalagi untuk akses terhadap Internet. Padahal sesungguhnya banyak sekali potensi sumber daya manusia unggul yang dimiliki oleh daerah tersebut. Jika hal ini terus berlangsung seperti ini maka dikhawatirkan bahwa potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah tersebut akan terbuang dengan percuma dan tidak dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa Indonesia pada umumnya.
Sarana dan prasarana yang belum memadai terutama untuk sekolah-sekolahyang berlokasi di pelosok.Walaupun sudah ada sarana dan prasarana, tetapi masih sangat minim baik dari segi jumlah maupun segi mutu peralatan tersebut.
2. Ketidaksiapaan sumber daya manusia untuk memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran. Ketidaksiapan ini dikarenakan pola kebiasaan pembelajaran yang masih belum menganggap penting peranan TIK dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Mereka cenderung sudah merasa puas akan materi yang telah diberikan oleh pengajar secara langsung, sehingga menyebabkan mereka tidak mau / malas untuk mencari informasi tambahan yang ada di Internet walaupun sarana dan infrastruktur sudah mendukung dalam penerapan TIK. Terkadang kendala ini jauh lebih susah untuk dipecahkan daripada tidak adanya infrastruktur yang mendukung TIK, hal ini karena biasanya lebih susah untuk mengubah pola tingkah laku/ kebiasaan dari seseorang. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dari setiap individu pembelajar untuk memanfaatkan dan menerapkan TIK dalam metode pembelajarannya.
3. Hambatan – hambatan penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar ada tiga, yaitu:
§ Kurangnya kepercayaan diri guru menggunakan TIK dalam melaksanakan proses belajar mengaiar. Guru takut gagal mengajar melalui penggunaan TIK yang saat ini sangat disarankan.
§ Kurangnya kompetensi guru, yang dimaksud disini adalah kurangnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan TIK kedalam pedagogis praktek, yaitu tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer dan tidak antusias tentang perubahan dan integrasi dengan belajar yang menggunakan computer dalam kelas mereka.
§ Sikap guru dan resistensi yang melekat terhadap perubahan. Sikap dan resistensi guru untuk mengubah tentang penggunaan strategi baru yaitu dengan integrasi TIK dalam proses belajar mengajar. Hal ini dimaksudkan dengan sikap guru bahwa penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar tidak memiliki manfaat atau keuntungan yang jelas).
4. Masih digunakannya perangkat multimedia bekas di lembaga-lembaga pendidikan yang terdapat di daerah pedesaan. Perangkat multimedia bekas ini tentunya masih menggunakan spesifikasi yang sudah tertinggal jamannya. Sehingga penggunaannya tidak mampu bersaing dengan laju perkembangan TIK yang begitu pesat.
5. Mahalnya biaya pengadaan dan penggunaan fasilitas TIK. Hal ini dikembalikan lagi kepada pemerintah. Dapat kita lihat pemerintah masih pelit mengalokasikan dana untuk pengadaan fasilitas TIK yang dapat menunjang pendidikan Indonesia. Sebagai contoh, pengadaan fasilitas di daerah pedesaan masih sangat minim. Sementara di kota sudah hampir merata, terutama di lembaga-lembaga pendidikan unggulan.
Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut diperlukan langkah-langkah penyelesaian yang sekaligus berfungsi sebagai prasyarat keberhasilan penerapan TIK dalam dunia pendidikan / pembelajaran. Langkah-langkah tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Pembelajar dan Pengajar harus memiliki akses terhadap teknologi digital dan Internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan. Ini berarti sekolah harus memiliki sarana prasarana yang memadai yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, seperti tersedianya komputer/laptop, jaringan komputer, internet, laboratorium komputer, peralatan multimedia seperti CD, DVD, Web Camera dan lain-lain.
2. Harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi pembelajar dan pengajar. Materi-materi itu dapat berupa materi pembelajaran interaktif yang berbantuan komputer, seperti CD, DVD Pembelajaran Interaktif.
3. Pengajar harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu pembelajar agar mencapai standar akademik. Pengembangan professional seorang guru harus ada waktu yang cukup, dan perlu dukungan teknis yang harus diberikan kepada guru.
4. Harus tersedia anggaran atau dana yang cukup untuk untuk mengadakan, mengembangkan dan merawat sarana prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut.
5. Adanya kemauan dari semua pihak, dalam hal ini guru dan peserta didik untuk menerapkan pembelajaran dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut.
E. Kurikulum
Amanat standar proses (Permendiknas 41 Tahun 2007) yang menyatakan proses pembelajaran dilaksanakan harus inspiratif, interaktif, menyenangkan, momotivasi dan menantang untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai bakat, minat serta perkembangan fisik, psikologis peserta didik jauh dari harapan.Contohnya masih banyak kita temui anak-anak takut untuk pergi kesekolah, karena sekolah tidak menyenangkan dan dalam benak siswa sekolah masih menyerupai penjara.
Padahal sejak tahun 2013 pemerintah sudah memberlakukan kurikulum 2013.Kenyataan ini justru berbanding terbalik dengan rasionalitas, alasan dan tujuan perubahan kurikulum 2013 yang dicanangkan pemerintah.Lebih tragis lagi ketika harapan besar tertumpu pada kurikulum 2013, justru anak-anak mendapat perlakuan yang tidak memperhatikan perkembangan psikologis anak, seperti isu hangat yang terjadi pada sekolah international, Jakarta International School (JIS).
Hilangnya muatan TIK dalam struktur kurikulum 2013 juga kontraktif dengan tuntutan kemajuan zaman dimana penguasaan TIK seharusnya ditingkatkan melalui pelatihan yang berkelanjutan, bukannya di lebur dengan konsep yang belum jelas. Padahal TIK seperti diamanatkan UNESCO, harus dilihat pada dua aspek. Aspek tersebut, yaitu: learn to use ICT dan use ICT to learn ( Unesco Toolkit ICT, 2009).
Begitupula pemetaan untuk memperoleh gambaran ICT di sekolah-sekolah belum dilakukan dengan serius, sehingga kita sangat sulit mendapatkan data yang valid untuk pengkajian lebih lanjut.Hal ini diperparah lagi dengan tidak adanya kebijakan atau masterplan ICT di Indonesia.Kondisi ini tentunya berbanding terbalik dengan keseriusan pemerintah Malaysia dan Singapura yang telah memiliki masterplan ICT yang terencana, terarah dan valid untuk pengkajian lebih lanjut.
F. Fasilitas
Penting untuk memahami, bahwa TIK tidak dipahami dengan sederhana yang menyangkut komputer dan internet. Namun, TIK terdiri dari peralaatan, layanan dan teknologi seperti: radio, sistem satalit, televisi, video, DVD, telepon, komputer (termasuk jaringan), video konferensi dan juga surat elektronik. Disebagian negara berkembang dimana akses internet dan komputer masih sangat terbatas, maka penggunaan piranti elektronik merupakan solusi yang penting, karena dapat digunakan dalam mencapai tujuan pendidikan, mudah diperoleh kebanyakan orang dan terjangkau.
G. Contoh Pembelajaran Dengan Tik
Salah satu contoh pengembangan TIK di sekolah yaitu dengan pemanfaatan video pembelajaran, aplikasi internet, CD Room, dan software program TIK. Dengan pemanfaatan program-program software ini semakin menjadikan pembelajaran lebih mudah.Yang menjadi kendala itu adalah bahwa penyediaan software ini tidak banyak mungkin juga tidak gratis.Di Indonesia sudah mulai dikembangkan software yang bisa diunduh melalui rumah pintar dan bisa diakses kapan saja.
TIK dalam dunia pendidikan digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Berikut adalah beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran:
1. Memanfaatkan fasilitas multimedia yang sudah tersedia untuk mempermudah kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran. Misalnya, untuk presentasi. Jika dahulu presentasi hanya menggunakan media OHP yang monoton, sekarang presentasi sudah dapat ditampilkan dengan LCD projector dan dibuat lebih kreatif dengan menampilkan berbagai konten multimedia, seperti gambar, video, suara, dan sebagainya.
2. Memanfaatkan internet untuk proses pembelajaran jarak jauh (kelas virtual). Kelas virtual ini sudah menjadi tren di era globalisasi sekarang. Karena kelas virtual mmiliki beberapa keuntungan, seperti: peserta didik dapat mengekspresikan diri, bersosialisasi, saling berbagi pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan cara belajar yang mandiri.
3. Memungkinkan peserta didik untuk berdemonstrasi dengan perangkat multimedia yang ada. Misalnya, menampilkan suatu kegiatan eksperimen dengan tujuan untuk memperlihatkan bagaimana cara yang dilakukan dalam eksepimen tersebut.
Contoh integrasi yang bisa guru kelas lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan guru TIK di lab komputer maupun dengan komputer yang ada dikelas, kegiatannya antara lain :
a. Membuat diagram
b. Membuat rentang waktu (time line)
c. Membuat grafik
d. Membuat sajak atau naskah
e. Membuat karya video
Memproduksi rekaman suara seperti orang sedang melakukan siaran radio atau pendongeng :
a. Membuat karya puisi, cerita atau naskah pementasan
b. Merancang booklet
Merancang brosur atau atribut pelengkap kampanye lingkungan hidup misalnya :
a. Membuat peta pikiran
b. Membuat lukisan dengan computer
c. Membuat komik
d. Membat denah ruangan
e. Memutar CD Rom
f. Mencari informasi di internet
BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah dipaparkan, dapat kita tarik kesimpulan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membawa pengaruh yang begitu besar bagi setiap aspek kehidupan, terutama pendidikan. Kekurangan dan hambatan yang ada dalam proses pembelajaran dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan TIK. Seperti yang disebutkan dalam bagian pertama pembahasan, yaitu arti TIK bagi dunia pendidikan berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.Namun, kenyataannya di Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan TIK.Hal ini disebabkan adanya berbagai kendala yang ada dalam usaha pemanfaatan TIK di dunia pendidikan Indonesia. Hal ini membuktikan ketertinggalan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Amerika dan Cina. Di negara tersebut, penggunaan TIK dalam proses pembelajaran sudah merupakan hal yang lazim. Oleh sebab itu, kita bersama-sama dengan pemerintah dan pihak lainnya harus saling bahu-membahu dalam penyelenggaraan pemanfaatan TIK di dunia pendidikan Indonesia. Karena teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci untuk menuju sekolah masa depan yang lebih baik.
B. Penutup
Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi pemanfaatan TIK di dunia pendidikan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.Maka dari itu, kami mohon maaf jika anda merasa kurang puas saat membaca makalah yang kami buat.Terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Comments
Post a Comment